FOLLOW HIJABUL CREWZ

Thursday, 8 July 2010

Kebenaran Al Qur'an : Teknologi Umat Silam Melangkaui Zaman




Dua epik India kuno berbahasa Sanskrit (Mahabarata dan Rama) membuatkan kita tertanya-tanya akan kebenarannya yang hingga kini masih menjadi peristiwa misteri bagi seluruh dunia. 

Menurut ahli arkeologi zaman sekarang, di kota kuno Mohenjodaro (Pakistan) banyak ditemui rangka-rangka manusia yang berserakan, banyak petunjuk menandakan seolah mereka dilanda sebuah malapetaka yang sangat dahsyat secara tiba-tiba. Di kota itulah kisah epik peperangan Ramayana yang bersumber manuskrip-manuskrip ditemukan. 





Mayat bergelimpangan di Kota Kuno Mohenjodaro Mengandung Radioaktif

Pada rangka-rangka itu terdapat sisa-sisa radioaktif yang tinggi. Begitu pula yang terjadi di kota kuno Kurusetra dan Harappa, kedua kota itu meninggalkan kesan radioaktif yang sama halnya terjadi seperti di Hiroshima dan Nagasaki. Banyak spekulasi menyatakan mengenai kemunculan peristiwa ini, diantaranya ada sebuah spekulasi baru dengan berani menyebutkan bahawa perang Mahabarata adalah merupakan perang NUKLEAR!!

Pada epik Mahabarata, perang Bharatayudha dibahagian pertama diterjemahkan seperti berikut ini: 

“Arjuna yang gagah berani, duduk di dalam Vimana* dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa* yang sekali tembak dapat menghanguskan seluruh wilayah musuh. Seperti hujan lebat yang kencang, mengepung musuh dengan kekuatannya yang sangat dahsyat.” 

“Dalam sekejap mata, sebuah bayangan yang tebal dengan cepat terbentuk diatas wilayah Pandawa; angkasa menjadi gelap gulita, semua kompas yang ada dalam kegelapan menjadi tidak berfungsi, kemudian badai angin yang dahsyat mulai bertiup disertai dengan debu pasir, burung-burung menjadi panik, seolah-olah langit runtuh, dan bumi merekah.” 

“Matahari seakan bergoyang di angkasa, panas membara mengerikan yang dilepaskan senjata ini membuat bumi bergoncang, gunung bergoyang di kawasan darat yang luas, binatang mati terbakar dan berubah bentuk, air sungai kering kerontang, ikan, udang dan lain-lain semuanya mati.” 

“Saat Gendewa meledak, suaranya bagaikan halilintar, membuat pasukan musuh terbakar bagaikan batang pohon yang terbakar hangus.”

Gambaran pada Ramayana dinyatakan sebagai berikut : 

“Pasukan Alengka menaiki kenderaan yang laju, meluncurkan sebuah rudal (mungkin sejenis peluru berpandu) yang ditujukan ke kota musuh. Rudal ini seperti mempunyai segenap kekuatan alam semesta, terangnya seperti terang puluhan matahari, kembang api bertebaran naik ke angkasa, sangat indah.” 

“Mayat terbakar sehingga tidak mampu dibezakan lagi. rambut dan kuku terbakar mengelupas, perkakas tanah liat retak, burung-burung yang berterbangan dibakar oleh suhu tinggi. Demi untuk menghindari kematian, para pasukan terjun ke sungai membersihkan diri dan senjatanya.” 

PENELITIAN PARA AHLI ARKEOLOGI

Sebelum 4000 tahun SM, kita telah mengelaskan ia sebagai zaman pra sejarah manakala peradaban Sumeria dianggap sebagai peradaban tertua didunia. Selama ini terdapat berbagai perbincangan, teori dan penyelidikan mengenai kemungkinan bahawa dunia pernah mencapai sebuah peradaban yang maju sebelum tahun 4000 SM.

Teori Atlantis, Lemuria dan kini diperkukuhkan lagi dengan bukti bertulis melalui percakapan Plato tentang sebuah perbualan Solon dan pendeta Mesir kuno mengenai Atlantis. Naskah kuno Hinduisme mengenai Ramayana & Bharatayudha. Dinasti Rama kuno, bukti arkeologi mengenai peradaban Monhenjo-Daroo, Easter Island dan Piramid Mesir mahupun Amerika Selatan.

Perhatian tertumpu kepada sebuah teori mengenai kemungkinan manusia pernah memasuki zaman nuklear lebih dari 6000 tahun yang lalu. Peradaban Atlantis di barat, dan dinasti Rama di Timur dianggarkan berkembang dan mengalami saat keemasan di antara tahun 30000 SM sehingga 15000 SM.
Wilayah Atlantis bermula dari lautan Mediteranian hingga ke Pergunungan Andes di seberang Lautan Atlantis manakala Dinasti Rama berkuasa di bahagian Utara India-Pakistan-Tibet hinggalah ke Asia Tengah.

Peninggalan Prasasti di Indus, Mohenjo Daroo dan Easter Island (Pasifik Selatan) sehingga kini masih belum dapat diterjemahkan dan para ahli arkeologi menjangkakan peradaban itu adalah jauh lebih tua dari peradaban tertua yang selama ini diyakini oleh semua manusia (4000 BC).

Beberapa naskah Wedha dan Jain yang diantara lain menceritakan mengenai Ramayana dan Mahabharata, ini ternyata memuatkan bukti sejarah mahupun gambaran teknologi dari Dinasti Rama yang diyakini pernah mengalami zaman keemasan dengan memiliki tujuh kota utama 'Seven Rishi City' yang salah satunya adalah Mohenjo Daroo (Pakistan Utara).

Penulis mengulangi, di dalam suatu babak kitab Mahabarata ada mengesahkan bahawa Arjuna dengan gagah berani duduk dalam Weimana (sebuah benda menyerupai kapal terbang) dan mendarat di tengah air, lalu meluncurkan Gendewa, semacam senjata yang menyerupai rudal/roket yang dapat menimbulkan musibah sekaligus melepaskan nyalaan api yang terang di atas wilayah musuh, lalu bumi bergegar, asap tebal naik tinggi diawanan, dalam beberapa ketika akibat kekuatan ledakan senjata itu maka ia telah menghancurkan dan menghanguskan semua benda serta objek yang ada disitu.

Sehingga kini jawapan yang masih belum ditemukan, senjata apakah yang sebenarnya digunakan oleh Arjuna dengan Weimana-nya itu?

Hasil kajian dan penelitian yang dilakukan di tepi Sungai Gangga, india. Para arkeologi menemukan banyak sekali sisa-sisa dan puing-puing yang telah bertukar menjadi batuan hangus di atas hulu sungai. Batuan yang besar pada runtuhan ini dilekatkan menjadi satu, permukaannya menonjol dan cengkung tidak merata. Jika ingin meleburkan batuan tersebut, suhu yang paling rendah diperlukan adalah sekitar 1800 darjah celsius. Bara api yang biasa tidak mampu mencapai suhu seperti ini, hanya pada ledakan nuklear sahaja yang mampu mencapai suhu sedemikian.

Di dalam hutan primitif di sekitar pendalaman India, kebanyakan ahli arkeologi telah menjumpai lebih banyak runtuhan batu hangus. Tembok kota yang runtuh membentuk hablur seperti kristal, licin berkaca, lapisan luar perabot rumah yang terbuat dari batuan di dalam bangunan juga kelihatan seolah-olah seperti kaca. Selain di India, Babilon kuno, gurun sahara, dan guru Gobi di Mongolia juga telah menemukan runtuhan perang nuklear prasejarah. Batu kaca pada runtuhan semuanya sama persis dengan batu kaca pada kawasan ujian senjata nuklear.

Dari berbagai sumber yang saya pelajari, secara umumnya dapat saya gambarkan mengenai pelbagai teori dan penelitian mengenai subjek ini dan telah memberikan beberapa bahan kajian yang menarik. Antara lain adalah :

# Atlantis dan Dinasti Rama pernah mengalami saat keemasan (Golden Age) sekitar tahun 30000-15000 BC.

# Keduanya telah menguasai teknologi nuklear.

# Keduanya telah memiliki teknologi persenjataan dan aeronautikal yang canggih dengan memiliki pesawat yang berkemampuan dan berbentuk seperti UFO (berdasarkan beberapa catatan) yang disebut di dalam Vimana (Rama) dan Valakri (Atlantis).

# Penduduk Atlantis memiliki sifat agresif dan dipimpin oleh para pendeta (enlighten priests), bersesuaian dengan naskah Plato.

# Dinasti Rama memiliki tujuh kota besar (Seven Rishi's City) dengan ibukota Ayodhya dimana salah satu kotanya yang dapat ditemui sehingga kini adalah Mohenjo-Daro.

# Persaingan dari kedua peradaban tersebut mencapai puncaknya dengan kemusnahan dala menggunakan senjata nuklear.

# Ahli Arkeologi berjaya menemukan puing-puing mahupun sisa-sisa tengkorak manusia di Mohenjo-Daro yang mengandungi kandungan radio-aktif yang hanya terdapat apabila terhasilnya ledakan Thermonuklear skala besar.

# Dalam sebuah epik mengenai Mahabharata, menceritakan dengan kiasan sebuah senjata penghancur missal yang kesannya menyerupai kemusnahan senjata nuklear pada masa kini.

# Beberapa Seloka dalam kitab Wedha dan Jain secara terang dan lengkap menggambarkan bentuk dari 'peralatan terbang' yang disebut 'Vimana' yang ciri-cirinya mirip piring terbang masa kini.

Kesimpulananya segala penyelidikan yang dilakukan menyatakan bahawa umat manusia pernah maju dalam peradaban Atlantis dan Rama. Bahkan jauh sebelum 4000SM manusia pernah memasuki abad antariksa dan teknologi nuklear. Akan tetapi zaman keemasan tersebut berakhir akibat perang nuklear yang dahsyat hingga pada masa sesudahnya, manusia sempat kembali ke zaman primitif sehingga munculnya peradaban Sumeria sekitar 4000 SM atau 6000 tahun yang lalu.

Loji Nuklear yang Berusia 2 juta Tahun di Oklo, Republik Gabon

Pada tahun 1972 terdapat sebuah penemuan luar biasa yang akan memperkukuhkan lagi kajian wujudnya peradaban masa lalu yang telah melalui era pengunaan nuklear dengan penemuan loji Reaktor Nuklear yang berusia dua juta tahun di Oklo sekitar Republik Gabon. Pada tahun yang sama sebuah perusahaan (Perancis) yang mengimport bahan uranium dari Oklo di Republik Gabon, Afrika untuk diproses. Mereka terkejut dengan penemuan bahawa bahan uranium yang diimport ternyata sudah diproses dan digunakan sebelum ini serta kandungan uraniumnya dengan bahan buangan reaktor nuklear hampir sama. Penemuan ini berhasil menarik para ilmuwan untuk datang ke Oklo bagi suatu penelitian, dari hasil kajian menunjukkan adanya sebuah reaktor nuklear berskala besar pada masa prasejarah, dengan kapasiti kurang lebih 500 ton bahan uranium di enam wilayah, dijangkakan ia dapat menghasilkan tenaga sebesar 100 ribu watt. Loji nuklear tersebut terpelihara dengan baik, dengan lay-out yang masuk akal, dan telah beroperasi selama 500 ribu tahun lamanya.

Kejutan demi kejutan ditemui dan yang paling mengejutkan apabila sisa buangan reactor nuklear yang dibuang tidak tersebar luas, kesan radioa aktifnya lebih kurang sekitar 40 meter dari kawasan buangan sisa nuklear, jika kita lihat teknologi pemusnahan sisa reactor nuklear ini jauh lebih hebat berbanding sekarang dan ketika ini kita sibuk membincangkan menangani isu pembuangan sisa nuklear . Ternyata mereka telah maju dan lebih maju dari kita dalam teknologi nuklear dan mengatasi sisa pembuangan loji reactor nuclear . Mereka memanfaatkan alam sekitar dengan sebaik mungkin tanpa berlaku pencemaran dari sisa nuklear yang telah digunakan.

Loji uranium di Oklo telah pun dibangunkan kira-kira dua juta tahun yang lalu, setelah terdapat bukti dari pada data geologi reactor nuklear kemudian telah pun dibangunkan. Hasil kajian para pengkaji mereka sebulat suara mengakui bahawa ini adalah sebuah reactor nuclear kuno, yang akan mengubah cara pengunaan bahan nuklear selama ini, secara tidak langsung ia telah pun memberikan kita cara bagaimana untuk mengatasi sisa pembuangan nuklear. Ia juga telah menghambat para ilmuan untuk lebih serius dalam mempelajari peradaban prasejarah, dengan kata lain sejak zaman pra sejarah mereka telah maju didalam pembangunan dan teknologi nuclear.

Seperti yang kita sedia maklum, penguasaan teknologi atom oleh manusia selepas zaman pra sejarah masih lagi baru, ianya sekitar beberapa puluh tahun yang lalu. Tetepi dengan adanya penemuan ini fakta itu tidak tetap dan sekaligus menerangkan bahwa pada dua juta tahun yang lampau manusia sudah pun memiliki sebuah teknologi yang peradabannya melebihi kita kini, serta lebih maju di dalam cara penggunaan dan pengolahannya. Hal yang patut membuat kita merenung sedalam-dalamnya ialah mengapa manusia zaman prasejarah yang memiliki sebuah teknologi maju tidak dapat mewariskan teknologinya, malah hilang tanpa sebab, yang tinggal hanyalah sedikit kesan lalu. Maka bagaimanakah kita harus meniliti kesemua penemuan ini? 

Permulaan sebelum dua juta tahun yang lalu hingga satu juta tahun dari peradaban manusia sekarang ini telah terdapat peradaban manusia. Dalam masa-masa yang sangat lama ini terdapat berapa banyak peradaban yang menuju ke binasaan?. Jika kita abaikan terhadap semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah tentu kita tidak akan mempelajarinya secara mendalam, apalagi menelusuri bahawa mengapa tidak ada kesinambungannya, lebih-lebih lagi untuk mengetahui penyebab dari musnahnya sebuah peradaban itu dan apakah perkembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi kita sekarang akan mengulangi kemusnahan beberapa peradaban yang lalu?. Betulkah penemuan ini, serta mengapa penemuan-penemuan peradaban prasejarah ini dengan teknologi manusia masa kini hampir serupa dan mungkin mereka lebih maju dari pada kita? Semua masalah ini patut kita renungkan sedalam-dalamnya.

Seperti yang dirakamkan di dalam Al-quran:

Apakah mereka tidak memperhatikan beberapa banyak generasi yang telah Kami binasakan sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi, iaitu keteguhan yang belum pernah Kami berikan kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas
mereka dan Kami jadikan sungai-sungai yang mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka kerana dosa mereka sendiri dan Kami ciptakan sesudah mereka generasi yang lain.
|Qs.Al-An'am: 6|



 Sebenarnya masih banyak lagi misteri-misteri menyelubungi kita yang tersimpan di perut bumi dan lautan. Hanya Allah yang Maha Mengetahui segala yang terkandung di langit dan di bumi. InsyaAllah, semua tanda-tanda kebesaran-Nya yang telah disebutkan dalam Al-Quran akan terungkai jua.

13 comments:

  1. Tuan,

    adakah tamadun yg menguasai teknologi nuklear tersebut adalah manusia yg serupa seperti kita? maksud saya adakah mereka dr golongan sama seperti anak2 Nabi Adam? jika tidak sama maka kita tidak boleh menyamakan kita dgn mereka. kerana pada pendapat saya segala kitab dan ilmu yg ada di dunia pada zaman ini Allah ciptakan utk anak2 Nabi Adam sahaja. Saya tidak menafikan adnya tamadun di bumi ini sebelum zaman Nabi Adam dijadikan.

    saya berpendapat segala ilmu...dan hukum2 sains yg Allah berikan pada zaman sebelum Nabi Adam adalah tidak sama dgn sekarang walaupun mereka dan kita hidup di bumi yg sama. sebagai contoh hukum graviti pada masa itu tidak sama dgn sekarang. mungkin kandungan atmosfera/oksigen mereka pun tidak sama dgn kita. berdasarkan bukti2 geologi dan kajian saintis pun menunjukkan keadaan bumi sekarang adalah tidak sama berbanding jutaan tahun dulu. ini saya lihat dr kajian di antartika.

    ReplyDelete
  2. syukran paloibinmulau,

    memang tamadun itu adalah manusia walaupun susuk tubuh badan mereka berlainan sedikit dengan kita contohnya ketinggian dan saiz badan mereka lebih besar daripada manusia kini.

    Ini bersesuaian dengan sebuah hadis nabi yang menyebut saiz badan manusia akan semakin mengecil daripada kaum manusia yang terdahulu.

    Mengikut kajian, tamadun manusia ini adalah juga daripada keturunan cucu cicit Nabi Adam.

    Mereka pernah mencapai tahap kemodenan dan kecanggihan teknologi yang tinggi. Namun,masa demi masa berlalu sehinggalah mereka menjadi lupa kepada Yang Maha Pencipta.

    Allah mengutuskan para nabi serta rasul kepada mereka.Ramai yang kufur,hanya sedikit yang beriman.

    Peristiwa ini telah digambarkan dalam Al Quran iaitu peristiwa Nabi Nuh misalnya.Balasan Allah menimpa mereka.

    Namun ada juga yang musnah kerana perasaan tamak haloba serta suka peperangan menunjukkan ego masing-masing. Lalu mereka dihancurkan oleh tangan-tangan mereka sendiri. Benarlah janji Tuhan!!!

    Kecanggihan nuklear mereka telah memakan diri mereka sendiri. Bukti-bukti peperangan atom dan nuklear ini berada di serata tempat di dunia ini.

    Kemusnahan besar-besaran telah berlaku.

    Hukum-hukum sains pula memang berbeza ketika mula-mula nabi Adam diturunkan ke muka bumi. Namun, masa pantas berlalu pergi.

    Ketika zaman puncak ketamadun manusia,alam sekitar menjadi sangat parah,kemungkaran kepada Allah juga berleluasa.Lantas, bala Allah menimpa mereka.

    Ketamadunan manusia kembali kepada zaman pemulihan selepas banjir besar zaman nabi Nuh.Tamadun manusia dimulakan daripada awal kembali dek kerana semua kecanggihan teknologi telah hancur.

    Untuk maklumat lanjut sila layari laman web
    http://saint-guerre.blogspot.com/ dan http://mistisfiles.blogspot.com/
    serta banyak lagi organisasi2 yang telah menyedari akan hal ini.

    Wallualam.

    ReplyDelete
  3. It is undeniable that malays are stupid, incapable and lazy. Why don't they just humbly admit the facts and repent and learn from other races especially Chinese?

    What is the point to argue here and wasting time again?

    From the first onwards we were merely telling the truths. It wasn't us who think that way but their own Badawi as well.

    All malays should go and read the newspaper, even Badawi is ashamed of maintaining the NEP after 34 years of implementing it and these malay baboons are still asking for it.

    Even Badawi wanted them to compete on a level playing field.

    So what does all these tell the world? It sends a very clear message that it is malays themselves who are incapable and lazy and they don't even want to admit it and make a change!

    That is the biggest shame of all.

    Can't you see, it is all back to square one. Year in, year out, some talk for half an hour, some one, some two. Some sing, many belt out their most recent released 'pantun'.

    After all. Malays are good at that. Suggestions after suggestions, some good, some impossible to realize.

    But, do you see any of these materialised? Hardly. Why, why and why???

    Because the malays can never change. Never! Why?

    The leaders forgot it or were they simply didn't want to address and admit that the actual disease is the malays and the remedy itself is also, the malays. They can never change. What is it about the malays?

    Firstly as you all know, they are a lazy species. Since the beginning of time they have been like that. Even the encyclopedia called them as lazy people. I think those British with their accent tried to call them 'malas', and if you put 'y' in, it becomes 'malays'.

    Embracing Islam make them a worse lot. Now they have a license to kill anything that gets into their way.

    Malays are ungrateful lot. In reality, they just can't live or open their minds for others. When Mahathir said that they are complacent, they put him in jail. When Mahathir encouraged them to learn English language, they got angry with him, saying it is a 'bahasa penjajah'.

    When other races 'maju', they got angry with them too. That was why at the end of Mahathir his regime, he said this, "I have achieved greatness as a prime minister, but I only fail in one thing, changing the malays."

    Well, nothing to be surprised about anyway since Mahathir is not really a malay, and I guess that was why the malays were angry with him.

    Drug abuse, hate, incest, liberal extremism (culture of miniskirts and gay marriages), murder, parochialism, racism, rape, religious fanaticism, snatch theft, spoilt bratty behavior, tribalism, wife abuse, child abuse, all that is associated with the malay race.

    To them, malay is the biggest impediment towards building a truly Malaysian nation, and should be chucked into the dustbins of history.

    A genetically flawed race cannot be fixed by politically. Nature will take its course and globalization will put them out to pasture.

    What have we got now?

    Brain drain, economic disparity getting wider, poor education system, racial segregation, widespread corruption, inefficiency and uncompetitive on the government departments and others.

    Sad. Sad. Sad. The question asked by many of my fellow Chinese is this - Why can't you just tell the malay peoples to adopt Chinese culture which is superior?

    From research, this peninsular was part of the Siamese empire way before these malays from Indonesia invaded it.

    Still so thick skin, don't want to go back to Indonesia!

    ReplyDelete
  4. "From research, this peninsular was part of the Siamese empire way before these malays from Indonesia invaded it. "

    which research? who wrote that? dont just simply quote here and there...why dont u go back to China?

    see..that kind of argument is so stupid..we are mature, civilised adult, act like one.

    ReplyDelete
  5. @Good man,

    What a dirty mind..
    you're being racist...your words and statement doesn't show you a person. This blog talks about something else that we all as a human should consider and take knowledge from the lost generation for our better living...But, You acting like an idiot trying to speak ill of other races...Anyway, i'm glad that you are being ignored. Why don't you return to your beloved country!!! i'm sure you don't have to waste your time here to encourage other races with your immature ideas.

    For God sake, i wish other reader can discuss about the real topic from this blog... we're here for topic discussion and knowlegde...not for something racism comment from you...sigh

    ReplyDelete
  6. Assalamualaikum , don't hate each other ! yes , we are different , but don't make that as an excuse to being racist . In Islam , we never been taught to hate each others , Rasulullah taught us to be patient about everything striking us , Islam is beautiful , peace , harmony , actually i can't describe it with words , Islam is the most prestigious , priceless , SubhanAllah . To the christians , hindus , buddhist and all the religions that exist , discover the beaty of Islam , Insya Allah ... Allah will show you the way , the truth , there's nothing bad about Islam , everything that your hear about Islam (bad things) , it;s just a wrong point of view , pardon for my English , i'm just 15 years old .

    ReplyDelete
  7. Salam all and hi 'the not so good man':
    Why we have someone like this man? Bcoz Not until M'sia becomes like Singapura (not S'pore), rules and governed by this self-claimed 'superior' race and not until this race able to get rid of the malays from their own backyard (read as Land), then only the so called good man (self-claim also) and his fellow people would please (puas hati). Eventhough, like the malays, they are free to roam this country and eat subsidized rice and getting all the subsidized things i.e. gas, fuel, school, IPTA etc, they are less than satisfied. Do they appreciate and thankful to the malays and the govt? Apparently not and they even crave for more (i.e. biasiswa/ land/ etc) And u guys know what, with these subsidized things this people later claim that they work their butt out without any assistance from the malays and the govt. Pigidah, hidup penuh dgn subsidi and live amongst us in our very own land, ada hati nak mengaku berjaya tanpa bantuan. Lagi mau tipu ka, when is it that the malays are angry with u when u r maju ke hadapan. When did we confiscate your shops/business when u r so maju? When did we occupy and drive u ppl away from your house or land when u r so maju? When did we hit u and act like a bully when u r so maju in your business or education? Malays dont even care should u haul up (bolot) every inch of this nation's wealth. Dont even care when there are so many billionaires amongst u. What we ask for is our legitimate right as pribumi. Nothing more and nothing less. We even allow u to contest and become the elected representative during pilihanraya. Hidup tanpa bantuan konon. What an ungrateful ppl u are. Disgusting!

    -pang5kundur-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Thanx 4 da opinions. Support you. ^_^

      Delete
    2. Sokong! :) tq for the opinions

      Delete
  8. Salam all and hi to 'not so good man':

    And dare to ask us to go back to Indonesia.. Haiyaa.. lu buat lawak la 'not so good man'. Tak belajar dan Tak faham asal usul punya orang.

    Whats wrong about originally from Indonesia. (or Patani or Borneo or South Philipines). These are our land, the malay land, nusantara as u know it. Look at your skin, your language and face.. are u really from any of these places i mentioned above. Nope! Surely not! U came from either Mongolia, Tibet, Canton, Hainan, Peking etc and these places were not a single nation in old days (China as we know it today).. your language also different, there are Hakka, Hokien, Cantonese, Teo Chew, Huanese, Mandarin etc (Mandarin or Huayu later became the national language by current govt of PRC to unite the different ppl of China).. this is where u originally belong, amongst the different ethnic/race in what we know as China today. Should the emperor Xin/Chin did not conquered the different parts/states/nations in that land, u would not be known as Chinese, u would be know as either Hakkan, Monggols, Cantonese, Chins etc. Now hope u remember clearly where u originally belong.
    This part of the world has always been ours! not yours! We, the Malukas, Rawas, Javanese, Achenes, Mandailing, Patani, Melanau, Iban etc. yup we have different language/dialect, same like u people, but that does not hinder us from associating ourselves as Malays or Pribumi.

    If u still feel that u r mistreated in this country, Just fell free to pack up and go. We will never refrain or stop u. Go to any country u like.. and u know what, go to China, to see whether they would happily accept u as their citizen. Or may be not, becoz u cannot own a business or a piece of land there becoz u r not the member of the communist party. And u cannot offer yourself to be elected to become a leader there like LGE, KS, LKS or even like LKY again becoz u r not the member of the party.. So where to go? To the land of Kanggaroo lor where else.. becoz the orang putih there love u chinese very much. Or Singapore then, coz LKY there is concern over the decreasing number of chinese there.. and the malays are increasing in number.. afraid lor otherwise your ppl would lose out this 'hard earn nation' back to the malays..

    -pang5kundur-
    p/s: forget to tell u that my China students do not regard u ppl as Chinese.. for the reason that u dont live in China.. to them u are Malaysians, not Malaysian Chinese but Malaysians.. they dont like u use the China/Chinese word as this word is theirs.. ha ha ha.. so what is next? terimalah hakikat yang awak tu tertakluk kpd Perlembagaan Malaysia dan duk senyap2.. tak suka kalu, like i said before, pack up and feel free to leave :)

    ReplyDelete
  9. Lagi-lagi perang dan haus
    kekuasaanlah yang mengakibatkan
    manusia menjadi terpuruk. Dan hal
    ini patut kita renungkan lebih seksama sebagai buah pelajaran
    bahwa mengapa manusia zaman
    prasejarah yang memiliki sebuah
    teknologi maju tidak bisa
    mewariskan teknologinya, malah
    hilang tanpa sebab, yang tersisa hanya setumpuk jejak saja. Lalu
    bagaimana kita menyikapi atas
    penemuan ini? Saudaraku, sebagai
    manusia
    sekarang, jika kita abaikan terhadap
    semua peninggalan-peninggalan peradaban prasejarah ini, sudah
    barang tentu kita pun tidak akan
    mempelajarinya secara mendalam,
    apalagi menelusuri bahwa mengapa
    sampai tidak ada
    kesinambungannya, lebih-lebih untuk mengetahui penyebab dari
    musnahnya sebuah peradaban itu.
    Dan apakah perkembangan dari
    ilmu pengetahuan dan teknologi
    kita sekarang akan mengulang
    seperti peradaban beberapa kali sebelumnya? Betulkah penemuan
    ini, serta mengapa penemuan-
    penemuan peradaban prasejarah ini
    dengan teknologi manusia masa
    kini begitu mirip? Semua masalah
    ini patut kita renungkan dalam- dalam sebagai upaya tidak
    mengulangi kesalahan fatal yang
    pernah dilakukan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sama-sama kita renungkan dan ambil pengajaran. Sememangnya sejarah akan berulang jika sesuatu bangsa itu memandang enteng akan dia. Sejarah ibarat roda.

      Delete
  10. hey mr good man.. this land is majority populated by 'malay'.. thats why its called malay archipelago not cina archipelago u dumb pig !!... and the u claim malay are malas.. not all are malas... they are those who really flourish... and u know why DEB fail.. because facist people like u dont want to help or cooperate with the malay.. u only think about your fucking stomach that need to be feed with the filthy pig.. 500 years ago there are no cina here.. still they flourish.. if u think u are so superior.. why live here man.. go some where else... why not go back to china and compete with other 1 billion cina there...i think u re the one whos gonna rott first... i am not racist nor a facist.. i'm okay with other ethnic.. but when it comes to meet a total fuck up pig facist like u.. man... come on u really have to be an asshole like that.. maybe one day u will meet someone that double the facist you are.. there are a lot of thing that the malay have given before.. dont take that for granted ..ok bitch good man.. salam jari tengah for facist like u..

    ReplyDelete

Anda dialu-alukan untuk meninggalkan komen di bawah. InsyaAllah, jika ada sebarang persoalan dan perbincangan yang diutarakan, saya cuba jawab. InsyaAllah. Penggunaan "Anonymous" tidak digalakkan. Terima kasih. ^^

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

ARTIKEL POPULAR SEPANJANG ZAMAN

ARTIKEL POPULAR BULANAN

ARTIKEL POPULAR MINGGUAN